Awal Masuknya Teh ke Jepang
Budaya teh di Jepang berasal dari pengaruh Tiongkok. Pada abad ke-9, para biksu Buddha membawa daun teh dan kebiasaan minum teh ke Jepang setelah melakukan perjalanan belajar ke Tiongkok.
Awalnya teh hanya dikonsumsi oleh kalangan bangsawan dan biarawan Buddha karena dipercaya membantu menjaga fokus saat meditasi.
Popularitas teh semakin berkembang pada abad ke-12 ketika biksu Zen bernama Eisai memperkenalkan matcha dan ajaran Zen Buddhism ke Jepang.
Perkembangan Chanoyu di Era Samurai
Pada zaman feodal Jepang, budaya minum teh mulai populer di kalangan samurai dan bangsawan. Upacara teh menjadi simbol status sosial sekaligus sarana membangun hubungan politik.
Namun seiring waktu, praktik minum teh berubah menjadi aktivitas spiritual yang lebih sederhana dan mendalam.
Pengaruh Sen no Rikyu
Tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Chanoyu adalah Sen no Rikyu.
Ia memperkenalkan filosofi wabi-sabi, yaitu menemukan keindahan dalam kesederhanaan dan ketidaksempurnaan. Konsep ini menjadi dasar utama upacara teh Jepang modern.
Sen no Rikyu juga menekankan bahwa upacara teh harus menciptakan suasana damai, intim, dan penuh penghormatan antar manusia.