Somen, Mi Tipis Jepang yang Identik dengan Musim Panas

Somen, Mi Tipis Jepang yang Identik dengan Musim Panas

Musim panas di Jepang identik dengan festival, yukata, kembang api, dan berbagai makanan yang menyegarkan. Salah satu hidangan yang sering dinikmati saat cuaca panas adalah somen, mi Jepang berwarna putih dengan bentuk sangat tipis.

Berbeda dengan ramen atau udon yang sering disajikan bersama kuah, somen populer dinikmati dalam keadaan dingin. Mi biasanya dicelupkan ke dalam saus tsuyu dengan tambahan berbagai kondimen sederhana.

Tidak hanya menyegarkan, somen juga memiliki tradisi penyajian unik bernama nagashi somen, yaitu menangkap mi yang mengalir bersama air menggunakan sumpit. Lantas, seperti apa sebenarnya somen dan mengapa mi ini begitu identik dengan musim panas Jepang?

Apa Itu Somen?

Somen adalah mi Jepang berbahan dasar tepung gandum yang memiliki bentuk sangat tipis. Warna mi umumnya putih dengan tekstur lembut dan ringan ketika disantap.

Karena ukurannya tipis, somen tidak membutuhkan waktu lama untuk dimasak. Setelah direbus, mi dibilas menggunakan air dingin sebelum disajikan.

Salah satu cara paling umum menikmati somen adalah dengan tsuyu, saus celup berbasis dashi dan kecap asin Jepang. Mi diambil menggunakan sumpit, dicelupkan sebentar ke dalam saus, kemudian langsung disantap.

Beberapa kondimen yang sering menjadi pelengkap somen antara lain:
  • Daun bawang
  • Jahe parut
  • Myoga
  • Shiso
  • Nori
  • Wijen
Penyajiannya yang sederhana membuat rasa dan tekstur somen tetap menjadi bagian utama dari hidangan.

Kenapa Somen Identik dengan Musim Panas Jepang?

Alasan utamanya cukup sederhana: somen biasanya disajikan dingin dan terasa ringan saat disantap.

Setelah matang, mi didinginkan menggunakan air dan terkadang disajikan bersama es agar suhunya tetap rendah. Cara penyajian tersebut membuat somen cocok dinikmati ketika suhu udara sedang tinggi.

Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Jepang mencatat bahwa hiyashi somen merupakan hidangan rumahan yang umum disantap pada musim panas. Hidangan ini juga mudah dimakan ketika cuaca panas membuat nafsu makan menurun.

Selain itu, somen relatif praktis karena mi yang tipis dapat matang dengan cepat. Kombinasi penyajian dingin, rasa ringan, dan cara memasak sederhana membuatnya menjadi salah satu makanan musim panas Jepang yang populer.

Somen Sudah Dikenal Sejak Ratusan Tahun Lalu

Di balik tampilannya yang sederhana, somen memiliki sejarah panjang dalam kuliner Jepang.

Salah satu daerah yang terkenal dengan tradisi pembuatan somen adalah Miwa di Prefektur Nara. Daerah ini bahkan dikenal sebagai salah satu tempat asal tradisi somen Jepang.

Selain Nara, Banshu di Prefektur Hyogo juga memiliki sejarah produksi somen selama ratusan tahun. Catatan dari Ikaruga Temple pada tahun 1418 telah menyebut makanan bernama saumen, yang dianggap berkaitan dengan somen.

Seiring perkembangannya, beberapa wilayah di Jepang kemudian memiliki jenis somen khas masing-masing. Contohnya Miwa Somen dari Nara, Banshu Somen dari Hyogo, dan Shodoshima Somen dari Kagawa.

Bagaimana Somen Dibuat?

Salah satu metode tradisional pembuatan somen dikenal dengan nama tenobe somen.

Pada metode ini, adonan berbahan tepung gandum dan air garam diregangkan secara bertahap hingga menghasilkan helaian mi yang panjang dan sangat tipis.

Prosesnya secara sederhana meliputi:

  • Membuat adonan
  • Meregangkan
  • Mengistirahatkan adonan
  • Meregangkan kembali
  • Mengeringkan

Peregangan dilakukan beberapa kali agar adonan dapat menjadi semakin tipis tanpa mudah terputus. Teknik tersebut menghasilkan karakter somen yang tipis dan halus tetapi tetap memiliki tekstur saat disantap.

Nagashi Somen, Cara Unik Menikmati Somen

Selain disajikan di dalam mangkuk atau piring, ada cara menikmati somen yang lebih unik bernama nagashi somen.

Dalam tradisi ini, batang bambu panjang dibelah menjadi dua dan digunakan sebagai jalur aliran air dingin. Somen kemudian dialirkan melalui bambu tersebut.

Orang-orang yang berada di sepanjang jalur harus menangkap mi menggunakan sumpit saat somen melintas. Setelah berhasil ditangkap, mi dicelupkan ke dalam tsuyu sebelum dimakan.

Nagashi somen membuat aktivitas makan menjadi lebih interaktif dan menyenangkan, terutama jika dilakukan bersama keluarga atau teman. Sensasi air dingin yang terus mengalir juga membuat aktivitas ini sangat cocok dengan suasana musim panas.

Salah satu tempat yang terkenal dengan pengalaman serupa adalah Tosenkyo di Kagoshima. Tempat ini menggunakan wadah khusus berbentuk bundar yang membuat somen bergerak mengikuti aliran air.

Somen Juga Berkaitan dengan Tanabata

Somen ternyata tidak hanya berkaitan dengan cuaca panas, tetapi juga dengan Tanabata, salah satu perayaan musim panas terkenal di Jepang.

Tanabata yang dirayakan pada 7 Juli dikenal melalui kisah Orihime dan Hikoboshi. Dalam tradisi Jepang, terdapat pula kebiasaan menyantap somen pada hari tersebut.

MAFF mencatat bahwa kebiasaan makan somen saat Tanabata telah dikenal sejak periode Muromachi dan semakin menyebar pada periode Edo.

Helaian somen yang panjang dan tipis juga sering dikaitkan dengan benang tenun, sesuai dengan sosok Orihime yang dikenal sebagai seorang penenun dalam legenda Tanabata.

Hubungan tersebut membuat somen tidak hanya menjadi makanan untuk menghadapi udara panas, tetapi juga bagian dari tradisi musim panas Jepang.

Apakah Somen Selalu Disajikan Dingin?

Meski populer sebagai mi dingin Jepang, somen tidak selalu harus disantap dingin.

Ada pula hidangan bernama nyumen, yaitu somen yang disajikan dengan kuah hangat. Nyumen dikenal sebagai salah satu hidangan lokal dari Prefektur Nara dan dapat dilengkapi dengan berbagai bahan tambahan.

Jadi, perbedaannya cukup sederhana:

Somen dingin cocok dinikmati saat musim panas, sedangkan nyumen menawarkan sensasi hangat yang lebih nyaman ketika suhu udara sedang rendah.

Apa Bedanya Somen, Udon, dan Soba?

Ketiganya merupakan jenis mi populer dari Jepang, tetapi memiliki karakter yang berbeda.

Jenis Mi

Karakteristik

Somen

Mi berbahan gandum yang sangat tipis dan populer disajikan dingin

Udon

Mi gandum yang jauh lebih tebal dengan tekstur kenyal

Soba

Mi yang identik dengan penggunaan buckwheat dan memiliki rasa lebih khas

 

Dari segi bentuk, somen menjadi salah satu yang paling mudah dikenali karena helaiannya jauh lebih tipis dibandingkan udon.

Somen, Hidangan Sederhana yang Menyegarkan

Somen menunjukkan bahwa makanan Jepang tidak selalu membutuhkan banyak bahan untuk memiliki karakter yang menarik. Mi tipis, tsuyu, dan beberapa kondimen sederhana sudah dapat menghasilkan hidangan yang ringan dan menyegarkan.

Popularitasnya saat musim panas juga tidak hanya berasal dari penyajiannya yang dingin. Ada sejarah panjang, hubungan dengan Tanabata, hingga tradisi nagashi somen yang membuat hidangan ini menjadi bagian menarik dari budaya kuliner Jepang.

Jadi, jika membicarakan makanan khas musim panas Jepang, somen menjadi salah satu hidangan yang menarik untuk dikenal.

Kunjungi Megumi Resto Banjarmasin Sekarang untuk Menikmati Makanan Khas Jepang dengan Harga Terjangkau!

Kunjungi Megumi Resto Banjarmasin Sekarang untuk Menikmati Makanan Khas Jepang dengan Harga Terjangkau!

RamenTempuraSaladKatsuDon
Send Message