7 Makanan Jepang Khas Musim Gugur yang Wajib Dicoba

7 Makanan Jepang Khas Musim Gugur yang Wajib Dicoba


Jepang dikenal sebagai negara yang sangat menghargai perubahan musim, termasuk dalam urusan makanan. Setiap musim memiliki bahan dan hidangan khas yang biasanya dinikmati pada waktu tertentu. Ketika musim gugur tiba, berbagai bahan seperti ikan, jamur, kastanye, ubi, hingga buah-buahan mulai banyak muncul di pasar dan meja makan.

Tidak heran jika musim gugur sering dianggap sebagai salah satu waktu terbaik untuk menikmati kuliner Jepang. Bahkan, ada istilah Shokuyoku no Aki yang menggambarkan musim gugur sebagai musim ketika selera makan meningkat.

Lalu, apa saja makanan Jepang khas musim gugur yang populer? Berikut tujuh di antaranya.

Musim Gugur dan Tradisi Kuliner Jepang

Dalam budaya kuliner Jepang, ada konsep bernama shun, yaitu menikmati bahan makanan ketika sedang berada pada musim terbaiknya. Bahan yang sedang shun biasanya dianggap memiliki rasa, aroma, dan kualitas terbaik.

Musim gugur di Jepang umumnya berlangsung sekitar September hingga November. Pada periode ini, hasil panen seperti kastanye, ubi, labu, dan jamur mulai banyak tersedia. Beberapa jenis ikan juga memasuki musim terbaiknya.

Karena itu, makanan musim gugur Jepang tidak hanya berfungsi sebagai hidangan sehari-hari, tetapi juga mencerminkan hubungan yang erat antara masyarakat Jepang dan perubahan alam.

1. Sanma Shioyaki

Salah satu makanan yang paling identik dengan musim gugur di Jepang adalah sanma. Ikan ini memiliki tubuh panjang dan ramping serta dikenal dengan cita rasanya yang gurih.

Cara penyajian yang populer adalah sanma shioyaki, yaitu sanma yang diberi garam lalu dipanggang hingga kulitnya sedikit renyah.

Sanma shioyaki biasanya disajikan bersama parutan lobak putih atau daikon oroshi. Beberapa restoran juga menambahkan buah citrus seperti sudachi untuk memberikan rasa segar.

Kesederhanaan cara memasaknya justru membuat rasa alami ikan tetap terasa. Karena itulah sanma sering menjadi salah satu simbol kuliner musim gugur Jepang.

2. Matsutake Gohan

Musim gugur juga identik dengan berbagai jenis jamur, salah satunya adalah matsutake.

Matsutake terkenal sebagai salah satu jenis jamur bernilai tinggi dalam kuliner Jepang. Jamur ini memiliki aroma khas yang membuatnya berbeda dari jamur pada umumnya.

Salah satu hidangan populer berbahan matsutake adalah matsutake gohan. Hidangan ini dibuat dengan memasak nasi bersama irisan matsutake dan bumbu sederhana.

Ketika nasi matang, aroma jamur akan menyatu dengan nasi dan menghasilkan rasa yang lembut. Karena matsutake merupakan bahan musiman, hidangan ini sering dianggap sebagai salah satu makanan spesial saat musim gugur.

3. Kuri Gohan

Selain jamur, kastanye juga merupakan bahan yang banyak dijumpai ketika memasuki musim gugur. Dalam bahasa Jepang, kastanye disebut kuri. Salah satu olahan yang populer adalah kuri gohan, yaitu nasi yang dimasak bersama kastanye.

Kastanye memberikan rasa manis alami dan tekstur lembut yang berpadu dengan nasi. Biasanya, hidangan ini dibuat dengan bumbu yang cukup sederhana agar rasa kastanye tetap menonjol. Kuri gohan sering disajikan sebagai makanan rumahan dan menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat Jepang memanfaatkan hasil panen musiman dalam menu sehari-hari.

4. Yaki Imo

Jika berbicara tentang makanan Jepang khas musim gugur, yaki imo juga tidak boleh dilewatkan.

Yaki imo adalah ubi Jepang yang dipanggang hingga bagian dalamnya menjadi lembut dan manis. Jenis ubi yang sering digunakan adalah satsumaimo, yang memiliki rasa manis alami.

Saat musim gugur hingga musim dingin, yaki imo banyak dijual di berbagai tempat di Jepang. Dahulu, penjual yaki imo keliling dengan kendaraan menjadi pemandangan yang cukup familiar di kawasan permukiman.

Selain rasanya yang enak, yaki imo juga cocok dinikmati ketika suhu mulai turun. Teksturnya yang lembut dan hangat membuat makanan sederhana ini terasa semakin nikmat saat udara sejuk.

5. Kabocha no Nimono

Kabocha adalah labu Jepang yang sering digunakan dalam berbagai hidangan rumahan.

Salah satu olahannya adalah kabocha no nimono, yaitu potongan labu yang dimasak perlahan dalam kaldu berbumbu. Bumbu yang digunakan biasanya sederhana, seperti dashi, shoyu, mirin, dan sedikit gula.

Proses memasak tersebut menghasilkan kabocha dengan tekstur lembut dan rasa manis-gurih.

Walaupun kabocha dapat ditemukan pada waktu lain, hidangan berbahan labu terasa sangat cocok dinikmati ketika memasuki musim gugur. Warna oranye dan rasa manisnya juga memberikan kesan hangat yang sesuai dengan suasana musim tersebut.

6. Takikomi Gohan dengan Jamur

Makanan musim gugur lainnya yang populer adalah takikomi gohan.

Takikomi gohan merupakan nasi Jepang yang dimasak bersama berbagai bahan dan bumbu dalam satu wadah. Bahan yang digunakan bisa sangat beragam, mulai dari sayuran, ayam, seafood, hingga jamur.

Pada musim gugur, versi dengan jamur menjadi salah satu pilihan yang populer. Jamur seperti shimeji, maitake, dan shiitake dapat digunakan untuk memberikan aroma serta rasa umami pada nasi.

Karena semua bahan dimasak bersama, sari dari jamur dan bumbu akan meresap langsung ke dalam nasi.

Takikomi gohan juga menjadi contoh menarik dari masakan Jepang yang sederhana tetapi sangat bergantung pada kualitas bahan yang digunakan.

7. Kaki (Kesemek)

Tidak semua makanan khas musim gugur Jepang berupa hidangan yang dimasak. Ada juga buah yang sangat identik dengan musim ini, yaitu kaki atau kesemek.

Ketika musim gugur tiba, buah kesemek dengan warna oranye cerah mulai banyak ditemukan di Jepang.

Buah ini biasanya dimakan langsung setelah matang karena memiliki rasa manis dan tekstur yang lembut. Selain itu, kaki juga dapat diolah menjadi hoshigaki, yaitu kesemek yang dikeringkan.

Proses pengeringan membuat rasa buah menjadi semakin manis dan teksturnya berubah menjadi lebih kenyal.

Pemandangan buah kesemek yang menggantung di pohon atau dijemur untuk dibuat hoshigaki juga menjadi salah satu pemandangan yang identik dengan pedesaan Jepang pada musim gugur.

Menikmati Musim Gugur Jepang Melalui Makanannya

Musim gugur di Jepang tidak hanya identik dengan daun momiji yang berubah warna atau berbagai festival tradisional. Musim ini juga menjadi waktu ketika banyak bahan makanan mencapai kondisi terbaiknya.

Mulai dari sanma yang gurih, aroma khas matsutake, manisnya kuri dan satsumaimo, hingga segarnya buah kaki, setiap bahan memiliki karakter tersendiri.

Tradisi menikmati makanan sesuai musim juga menunjukkan bagaimana kuliner Jepang sangat dekat dengan alam. Konsep shun membuat pergantian musim bukan hanya terlihat dari pemandangan, tetapi juga dapat dirasakan melalui makanan.

Jadi, jika suatu hari kamu berkunjung ke Jepang saat musim gugur, jangan hanya menikmati keindahan momiji. Cobalah juga berbagai makanan khas musim gugur Jepang untuk merasakan sisi lain dari budaya kulinernya.

Kunjungi Megumi Resto Banjarmasin Sekarang untuk Menikmati Makanan Khas Jepang dengan Harga Terjangkau!